KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari menghadirkan momentum penting bagi pengembangan organisasi mahasiswa melalui penyelenggaraan Musyawarah Besar (Mubes) yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai organisasi tingkat universitas maupun fakultas. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat pada Jumat, 04 April 2026, menjadi bagian dari upaya sistematis institusi dalam memajukan ekosistem kemahasiswaan yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan.
Kehadiran Rektorat sebagai penyelenggara utama menunjukkan komitmen pimpinan universitas terhadap pengembangan kapasitas organisasi mahasiswa. Musyawarah Besar ini menghadirkan lebih dari 800 peserta yang terdiri dari pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dewan perwakilan mahasiswa (DPM), himpunan mahasiswa jurusan, dan organisasi-organisasi kemahasiswaan lainnya yang tersebar di 10 fakultas yang ada di Universitas Muhammadiyah Kendari.
Acara yang dimulai pukul 09.00 pagi tersebut mengambil tema “Regenerasi Organisasi Mahasiswa untuk Kepemimpinan yang Transformatif dan Berkelanjutan.” Pemilihan tema ini tidak terlepas dari analisis mendalam tentang dinamika organisasi mahasiswa dalam beberapa tahun terakhir, di mana tantangan kepemimpinan muda, continuity program, dan profesionalisme organisasi menjadi fokus utama pengembangan.
Latar Belakang Program Peremajaan Organisasi
Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara yang memiliki reputasi kuat dalam mengembangkan sumber daya manusia berkualitas. Sejak berdiri lebih dari dua dekade lalu, universitas ini telah konsisten mendorong mahasiswanya untuk terlibat aktif dalam organisasi kemahasiswaan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran.
Namun, seperti halnya institusi pendidikan lainnya, Universitas Muhammadiyah Kendari menghadapi tantangan dalam memastikan keberlanjutan organisasi mahasiswa. Tingginya angka kelulusan mahasiswa setiap tahun menciptakan celah kepemimpinan yang perlu dikelola dengan baik. Selain itu, dinamika digital dan perubahan ekspektasi generasi mahasiswa baru menuntut organisasi mahasiswa untuk terus berinovasi dan beradaptasi.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Rektorat selama setahun terakhir, teridentifikasi beberapa isu krusial yang perlu ditangani. Pertama, ketidaksesuaian antara visi-misi organisasi dengan eksekusi program di lapangan. Kedua, minimnya dokumentasi dan transfer pengetahuan antar periode kepemimpinan. Ketiga, kurangnya koordinasi lintas organisasi dalam merencanakan kegiatan mahasiswa yang berdampak bagi komunitas.
Program Musyawarah Besar 2026 ini dirancang sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Dengan melibatkan seluruh stakeholder organisasi mahasiswa, kampus berharap dapat menciptakan ekosistem kemahasiswaan yang lebih terstruktur, transparan, dan berorientasi pada dampak sosial nyata.
Rangkaian Acara dan Konten Program
Musyawarah Besar berlangsung dalam tiga sesi utama dengan durasi hampir 10 jam kerja. Sesi pertama, dimulai pukul 09.00 pagi, menghadirkan sambutan dari Rektor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan, serta Direktur Kemahasiswaan. Setelah sambutan resmi, dilanjutkan dengan pemaparan hasil evaluasi kinerja organisasi mahasiswa tahun akademik 2024/2025 yang disajikan oleh tim auditor independen dari Lembaga Pengembangan Organisasi Mahasiswa Universitas.
Sesi kedua, pukul 11.00-13.00 dan dilanjutkan 14.00-16.30, menghadirkan serangkaian workshop tematik. Ada lima workshop parallel yang dapat dipilih peserta sesuai dengan kebutuhan organisasi mereka. Kelima topik workshop tersebut mencakup: “Manajemen Organisasi Modern dan Kepemimpinan Transformasional,” “Strategi Komunikasi dan Media Sosial untuk Organisasi Mahasiswa,” “Kemitraan Strategis dan Fundraising untuk Program Mahasiswa,” “Dokumentasi, Arsip, dan Knowledge Management Organisasi,” serta “Advokasi Mahasiswa dan Engagement dengan Pemangku Kepentingan.”
Setiap workshop dipandu oleh praktisi dan akademisi berpengalaman. Workshop manajemen organisasi, misalnya, dipandu oleh Dr. Hendra Wijaya, seorang konsultan organisasi dari Jakarta yang telah membantu puluhan organisasi mahasiswa di berbagai universitas nasional. Sementara itu, workshop media sosial dibimbing oleh Ibu Siti Nurhaliza, praktisi digital marketing muda yang memiliki pengalaman mengelola kampanye-kampanye viral untuk organisasi sosial.
Sesi ketiga, yang dimulai pukul 17.00 hingga 19.00, merupakan forum diskusi terbuka dan pengambilan keputusan bersama. Dalam sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk menyuarakan isu-isu penting, berbagi best practice dari organisasi masing-masing, serta merumuskan komitmen bersama untuk tahun akademik 2025/2026.
Respon Pimpinan Universitas
Prof. Dr. H. Muhammad Alwi, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, memberikan sambutan pembukaan yang penuh penekanan terhadap peran strategis organisasi mahasiswa. Dalam pidatonya, Rektor menekankan bahwa organisasi mahasiswa bukan hanya wadah aktivitas ekstrakurikuler, tetapi juga sebagai training ground bagi kepemimpinan masa depan bangsa.
“Mahasiswa yang terorganisir dengan baik akan menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas yang siap memimpin. Organisasi mahasiswa adalah sekolah demokrasi yang sangat berharga bagi pengembangan kepribadian dan kompetensi kepemimpinan. Itulah mengapa universitas kita memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan organisasi mahasiswa dengan standar yang tinggi dan akuntabel,” ujar Prof. Alwi dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Rektor juga menyoroti pentingnya inovasi dalam organisasi mahasiswa menghadapi transformasi digital dan perubahan sosial yang cepat. “Organisasi yang statis akan kehilangan relevansinya. Saya mendorong setiap organisasi mahasiswa untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi digital, dan yang terpenting, tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan integritas. Program Musyawarah Besar ini adalah ajang untuk kita bersama-sama merefleksikan diri dan merencanakan masa depan organisasi yang lebih cerah,” tambahnya.
Dr. H. Bustami Rahman, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme peserta yang hadir. Dalam kesempatan tersebut, Bustami mengumumkan beberapa kebijakan baru yang akan diterapkan mulai tahun akademik 2025/2026 untuk mendukung organisasi mahasiswa.
“Kami akan meluncurkan sistem manajemen organisasi terintegrasi berbasis digital. Semua organisasi mahasiswa akan dapat mengakses platform ini untuk melakukan perencanaan program, pengelolaan anggaran, dan pelaporan hasil kegiatan secara transparan. Kami percaya bahwa transparansi dan akuntabilitas akan meningkatkan kepercayaan mahasiswa terhadap organisasi mereka sendiri,” jelas Bustami.
Sementara itu, Nur Hidayat, Direktur Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan detail mekanisme dukungan yang akan diberikan kampus. “Tahun ini, kampus akan mengalokasikan dana khusus untuk program pengembangan kapasitas pengurus organisasi. Kami juga akan memfasilitasi magang kepemimpinan bagi pengurus organisasi mahasiswa di berbagai institusi eksternal. Harapannya, mereka dapat belajar langsung dari best practice yang sudah terbukti efektif di tempat lain,” tuturnya.
Respon dari Organisasi Mahasiswa
Antusiasme dari kalangan organisasi mahasiswa sangat tinggi. Muhammad Rizki, Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari periode 2025/2026, mengungkapkan bahwa kegiatan Musyawarah Besar ini sangat ditunggu-tunggu oleh semua organisasi. “Dalam perjalanan kepemimpinan saya sebagai ketua BEM, saya menyadari bahwa koordinasi dan sinergi antar organisasi mahasiswa masih bisa ditingkatkan. Musyawarah Besar ini adalah waktu yang tepat untuk kita merancang kerangka kerja bersama yang lebih solid,” katanya.
Rizki juga menyampaikan bahwa ada beberapa agenda besar yang ingin didorong oleh BEM di tahun depan, termasuk program literasi digital, peningkatan engagement dengan industri, dan program kepedulian sosial yang lebih terukur. “Kami ingin organisasi mahasiswa tidak hanya dikenal aktif mengadakan kegiatan, tetapi juga benar-benar memberikan dampak positif bagi kampus dan masyarakat luas,” tambahnya.
Senada dengan itu, Putri Anggraini, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Muhammadiyah Kendari, menekankan peran DPM sebagai lembaga legislatif mahasiswa yang harus responsif terhadap aspirasi dan kebutuhan mahasiswa. “DPM kami akan lebih proaktif melakukan sosialisasi kepada mahasiswa tentang hak-hak mereka dan mekanisme penyuaraan aspirasi. Kami juga akan meningkatkan transparansi dalam setiap keputusan yang kami buat,” papar Putri.
Di tingkat fakultas, Dinda Kusumawati, Ketua Himpunan Mahasiswa Fakultas Teknik, menyambut baik workshop tentang manajemen organisasi modern. “Selama ini, kami mengelola organisasi dengan pola-pola tradisional yang sedikit kaku. Workshop ini membuka wawasan saya tentang bagaimana organisasi modern harus fleksibel namun tetap memiliki standar yang jelas,” akunya.
Dampak dan Harapan ke Depan
Musyawarah Besar 2026 ini diharapkan dapat menghasilkan beberapa dampak konkret. Pertama, dari sisi struktur organisasi, kegiatan ini akan menghasilkan kesepakatan bersama tentang standar operasional prosedur (SOP) untuk semua organisasi mahasiswa. Kedua, dari sisi kapasitas, peserta telah mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat langsung diimplementasikan dalam organisasi mereka masing-masing.
Ketiga, dari sisi networking, kegiatan ini memperkuat hubungan dan kolaborasi antar organisasi mahasiswa, yang sebelumnya masih bersifat fragmentaris. Keempat, dari sisi sustainability, kegiatan ini memberikan foundation yang kuat bagi kontinuitas organisasi mahasiswa menghadapi pergantian kepengurusan setiap tahunnya.
Direktur Kemahasiswaan Nur Hidayat juga mengungkapkan rencana untuk melakukan evaluasi lanjutan enam bulan setelah Musyawarah Besar berakhir. “Kami akan melacak apakah rekomendasi yang dihasilkan dari musyawarah ini benar-benar diimplementasikan atau tidak. Jika ada kendala dalam implementasi, kami siap memberikan dukungan tambahan,” jelasnya.
Penutup
Musyawarah Besar Organisasi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari yang diselenggarakan pada 04 April 2026 ini merupakan bukti nyata dari komitmen institusi terhadap pengembangan kapasitas kepemimpinan mahasiswa. Dengan melibatkan ratusan peserta dan menghadirkan narasumber berkompeten, kegiatan ini telah menciptakan momentum penting bagi peremajaan ekosistem organisasi mahasiswa.
Ke depan, Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus mendampingi dan mendukung pengembangan organisasi mahasiswa agar tetap relevan, inovatif, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan civitas akademika dan masyarakat luas. Dengan fondasi yang kuat dari kegiatan Musyawarah Besar ini, organisasi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan dapat tumbuh dan berkembang menjadi lembaga-lembaga penting yang benar-benar menjadi sekolah kepemimpinan bagi generasi muda Sulawesi Tenggara.